Senin, 30 Maret 2015

3. Komunikasi tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia. Namun sayangnya tidak semua manusia dapat berkomunikasi secara efektif. Bagaimana caranya sehingga manusia dapat mencapai komunikasi yang efektif?



Menurut Jalaluddin dalam bukunya Psikologi Komunikasi menyebutkan, komunikasi yang efektif ditandai dengan adanya pengertian, dapat menimbulkan kesenangan, mempengaruhi sikap, meningkatkan hubungan sosial yang baik, dan pada akhirnya menimbulkan suatu tindakan. Syarat-syarat untuk berkomunikasi secara efektif adalah antara lain :
  • Menciptakan suasana yang menguntungkan.
  • Menggunakan bahasa yang mudah ditangkap dan dimengerti.
  • Pesan yang disampaikan dapat menggugah perhatian atau minat di pihak komunikan.
  • Pesan dapat menggugah kepentingan dipihak komunikan yang dapat menguntungkannya.
  • Pesan dapat menumbuhkan sesuatu penghargaan atau reward di pihak komunikan.
        Sumber : https://edoparnando27.wordpress.com/komunikasi-efetif/

Opini :

Komunikasi yang efektif dapat terjadi apabila kita dapat menggunakan bahasa yang mudah untuk dimengerti ketika berkomunikasi. Namun yang paling terpenting adalah jika kita terus berlatih berkomunikasi, karena jika kita sudah memiliki skill berkomunikasi yang baik namun tidak pernah “diasah” maka skill itu akan sia-sia kita miliki. 


2. Sebutkan jenis dan proses dari komunikasi!



·      Komunikasi lisan

Komunikasi lisan secara adalah komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang saling bertatap muka secara langsung dan tidak ada jarak atau peralatan yang membatasi mereka.

·      Komunikasi tulisan

Komunikasi tulisan adalah komunikasi yang di lakukan dengan perantaraan tulisan tanpa adanya pembicaraan secara langsung dengan menggunakan bahasa yang singkat, jelas, dan dapat dimengerti oleh penerima.

        Tahapan proses komunikasi adalah sebagai berikut :
  • Penginterprestasian, hal yang diinterpretasikan adalah motif komunikasi, terjadi dalam diri komunikator. Artinya, proses komunikasi tahap pertama bermula sejak motif komunikasi muncul hingga akal budi komunikattransmitteror berhasil menginterpretasikan apa yang ia pikir dan rasakan ke dalam pesan (masih abstrak). Proses penerjemahan motif komunikasi ke dalam pesan disebut interpreting.
  • Penyandian, pada tahap ini masih ada dalam komunikator dari pesan yang bersifat abstrak berhasil diwujudkan oleh akal budi manusia ke dalam lambang komunikasi. Tahap ini disebut encoding, akal budi manusia berfungsi sebagai encorder, alat penyandi: merubah pesan abstrak menjadi konkret.
  • Pengiriman, proses ini terjadi ketika komunikator melakukan tindakan komunikasi, mengirim lambang komunikasi dengan peralatan jasmaniah yang disebut, alat pengirim pesan.
  • Perjalanan, pada tahapan ini terjadi antara komunikator dan komunikan, sejak pesan dikirim hingga pesan diterima oleh komunikan.
  • Penerimaan, pada tahapan ini ditandai dengan diterimanya lambang komunikasi melalui peralatan jasmaniah komunikan.
  • Penyandian Balik, pada tahap ini terjadi pada diri komunikan sejak lambang komunikasi diterima melalui peralatan yang berfungsi sebagai receiver hingga akal budinya berhasil menguraikannya (decoding).
  • Penginterpretasian, pada tahap ini terjadi pada komunikan, sejak lambang komunikasi berhasil diuraikan dalam bentuk pesan.

        Opini :
     Tidak terlalu beda dengan pendapat diatas. Ada 2 jenis komunikasi yakni komunikasi langsung dan komunikasi tidak langsung. Komunikasi langsung ialah komunikasi yang dilakukan secara langsung artinya bertemu secara fisik. Sedangkan komunikasi tidak langsung ialah komunikasi yang terjadi dengan alat bantu seperti handphone, surat, dan lain sebagainya.
     Proses komunikasi adalah dimana seseorang sedang memberikan informasi ke orang lainnya sehingga orang tersebut dapat menerima sebuah informasi.
       

1. Jelaskan pengertian dan arti penting komunikasi!



Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan (ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain.
       

Opini :
     Komunikasi adalah penyampaian sebuah informasi dari dari orang satu ke orang yang lainnya sehingga menimbulkan hubungan timbal balik. Komunikasi sangatlah penting bagi manusia, bayangkan jika tidak terjalin komunikasi antar sesama manusia hal itu pasti akan menimbulkan sifat individualisme. Artinya manusia akan hanya memikirkan dirinya sendiri hal ini pastinya akan mengakibatkan kekacauan. Oleh karena itu komunikasi sangatlah penting bagi manusia. Pada dasarnya  manusia adalah mahkluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri.

Selasa, 11 November 2014

Etika Pergaulan

Kelompok 8 : Etika Pergaulan

1. Angga Pratama
2. Arnaya Deni Winarso
3. Hasina Haqsya
4. M. Ridhuwan F.
5. Rama Nauli N.



1. PENGERTIAN PERGAULAN


     Pergaulan adalah interaksi antarindividu dalam mengenal lingkungan sosialnya, bisa bersifat luas yakni pergaulan dengan banyak orang atau sering bergaul dengan orang lain. Pergaulan yang sehat adalah pergaulan yang mengarah kepada pembentukan kepribadian yang sesuai dengan nilai dan norma sosial, kesusilaan dan kesopanan yang berlaku.
    Etika pergaulan adalah sopan santun atau tata krama dalam pergaulan yang sesuai dengan situasi dan keadaan serta tidak melanggar norma-norma yang berlaku baik norma agama, kesopanan, adat, hukum dan lain-lain.
    Dunia bergaul identik dengan dunia remaja pada umumnya. Sering kita dengar istilah “kuper” atau kurang pergaulan. Remaja dianggap kuper apabila remaja tersebut kurang bahkan kemungkinan sekali tidak pernah bergaul setidaknya dengan teman-teman sebaya, di sekolah maupun dei luar sekolah sehingga menjadi bahan tertawaan karena ketinggalan berita.
   Dalam bergaul, kita juga sebaiknya pandai menempatkan diri dan dapat membedakan bagaimana sikap kita terhadap orang yang lebih tua dan yang lebih muda. Orang yang lebih tua atau yang dituakan harus kita hormati, yang sebaya harus dihargai dan yang lebih muda harus kita sayangi.

Dalam etika pergaulan antar manusia perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1.   Siapa yang dihadapi (teman, guru, orang tua)
2.   Dimana pergaulan itu berlangsung
3.   Bagaimana cara bersikap


Senin, 10 November 2014

Perubahan dan Pengembangan Organisasi

Kelompok 8 : Perubahan dan Pengembangan Organisasi
1. Angga Pratama
2. Arnaya Deni Winarso
3. Hasina Haqsya
4. M. Ridhuwan F.
5. Rama Nauli N.



1.            Faktor-Faktor Perubahan Organisasi
Berbagai cara yang dapat dipergunakan untuk membahas beberapa faktor internal yang mendorong suatu oganisasi untuk mengadakan perubahan. Di bawah ini akan dikutip empat cara pengelompokkan dari faktor-faktor tersebut. Keempat kelompok tersebut dirumuskan oleh Glenn H. Varney, sebagai berikut :

1.    Organisasi secara keseluruhan, perubahan dalam :
a.    Iklim dan kultur organisasi;
b.    Gaya atau strategi kepemimpinan;
c.    Hubungan dengan lingkungannya;
d.    Pola komunikasi atau proses saling mempengaruhi;
e.    Struktur organisasi;
f.     Cara pengorganisasian pekerjaan; dan
g.    Mekanisme pengendalian.

2.    Subsistem dari organisasi, perubahan dalam :
a.    Norma yang berlaku;
b.    Struktur kelompok; dan
c.    Struktur kekuasaan dan wewenang.

3.    Pekerjaan dalam kelompok, perubahan dalam :
a.    Prosedur pengambilan keputusan;
b.    Norma kerja;
c.    Norma dan prosedur komunikasi;
d.    Peranan-peranan dalam kelompok; dan
e.    Kekuasaan dan wewenang.

4.    Tingkat-tingkat penjenjangan, perubahan dalam :
a.    Pola saling mempengaruhi yang terjadi antar berbagai tingkatan penjenjangan;
b.    Lokasi pekerjaan atau tanggung jawab;
c.    Kekuasaan dan wewenang;
d.    Praktek dan prosedur komunikasi;
e.    Tingkat saling percaya;
f.     Citra diri sendiri dan citra orang lain terhadap citra diri sendiri; dan
g.    Pengendalian.


Walaupun pengelompokkan dan isi dari masing-masingnya masih belum cukup lengkap, tetapi gambaran tersebut di atas dapat memberikan ilustrasi bagi pemahaman beberapa faktor yang dapat mendorong usaha-usaha untuk melakukan perubahan organisasi.