Kamis, 21 April 2016

Membahagiakanmu



Membahagiakanmu

Pagi yang cukup cerah ini aku buka dengan melihat senyuman manis wajahnya walau hanya dibalik sebingkai foto kenang-kenangan saat SMP. Aku berjalan dengan perlahan, ku mantapkan hati ini untuk menghadapi Ujian Nasional tingkat SMA hari terakhir, sudah sekitar 6 bulan lebih aku persiapkan semua untuk masa depanku nanti. Dan inilah hari terakhir aku menjawab LJK kosong itu dengan kemampuan maksimalku ini.
Bel pun berbunyi, dengan tenang ku baca dan ku pahami semua isi soal itu sampai selesai. Aku baca hamdalah dan aku keluar dengan perasaan yang agak “dag-dig-dug”. Setelah LJK yang tadi ku isi sudah selesai, aku melihat perempuan itu menangis.

"Nisa" sapaku dengan sedikit aneh.

"Eh, kamu.." jawab Nisa.

"Kamu kenapa? Apa pantas pemilik wajah yang cantik harus mengeluarkan air mata yang begitu banyak?"

"Kamu gausah gombal, aku lagi sedih nih.. Rey masuk rumah sakit lagi karena ginjalnya.."

Saat aku mendengar berita itu aku memang turut berduka. Nisa Kusuma begitulah nama jelasnya. Dia adalah perempuan yang aku suka semenjak SMP. Tapi sayang, perasaan ini tak pernah tersampaikan karena aku terlalu takut mendengar kata “kita berteman saja ya” atau ”kamu terlalu baik buat aku” darinya. Sampai akhirnya dia berlabuh di hati orang lain.

"Nis, Nisa mau aku temenin jenguk si Rey? Yuk aku juga mau liat keadaan dia..'' hibur ku.

"Iya deh... Yuk makasih ya mau temenin aku.."

Setelah sampai di rumah sakit dengan seragam sekolah ini, Nisa tampak sedih lagi. Dengan pasrah kita berdua hanya bisa melihat Rey dari balik pintu karena kondisinya masih kritis.

"Nisa jangan nangis, Rey pasti sembuh kok. Ada aku disini yang selalu nemenin Nisa, kapanpun. Saat suka maupun duka.." ucapku.

"Makasih ya.. Kamu selalu ada buat aku dari SMP sampai sekarang, kamu yang selalu support aku.."

••••

Hari mulai berganti, memang setelah UN berakhir 2 hari yang lalu, kegiatan sekolah sudah tidak terlalu banyak. Banyak siswa-siswi yang ke sekolah hanya sekedar melepas penat, bertemu teman-teman lain atau bahkan pacaran, yah hal yang wajar. Tapi berbeda dengan Nisa saat itu.
               
"Nisa kenapa? Masih kepikiran Rey ya?" Sahutku.

"Iya aku sayang banget sama Rey, dia udah buat aku bahagia selama ini. Aku nggak mau liat dia gini terus.."

"Udah Nis udah.. Kita berdoa aja sama Tuhan semoga Rey dikasih kesembuhan. Nanti kalian bisa bahagia lagi deh berdua.."

Rey memang belum terlalu mengenal Nisa. Hanya sebulan PDKT, Rey langsung jadian dengan Nisa dan sekarang sudah terhitung hampir 3 tahun semenjak awal masuk SMA, walaupun pada waktu itu hatiku tersayat-sayat. Tapi sebagai sahabat yang setia aku tetap mendukung Nisa.
               

Untuk menghibur dirinya, aku mengajak Nisa ke tempat dimana kita berdua sering kunjungi semasa SMP. Memang indah, disana tidak ada siapapun selain kita berdua.

Lawanlah daya tarik dari cinta 'jump jump jump' hatiku sedikit...

Belum selesai nada dering itu habis, Nisa mengangkat telfonku.

"Haloo ada apa nih?"
               
Aku terdiam sejenak beda sekali suaranya ketika di telfon terdengar lebih indah. Ah, mungkin efek dia baru bangun tidur.

"Haloooooooo.. ada apaa tumben telfon aku?" Tanya nya kesal.

"Eh iya Nisa, maaf-maaf.. Tadi ngelamunin kamu dulu sih.."

"Apasih kamu ih, ada apa nih pagi-pagi udah telfon?"

"Hmm.. Gini Nis, mumpung sekarang hari minggu, aku mau ngajak kamu ke tempat kita dulu sering kesana.. Kamu masih inget kan?"

"Hmm.. Gimana yaa.."

"Ayo harus mau, biar kamu nggak sedih kepikiran Rey terus.. Ayo mau ya? Aku jemput jam 7 pagi depan taman biasa? Oke?"

"Hmm.. Iyadeh, aku mandi dulu ya.. Hhehe.."

"Iyaaa, dandan yang cantik ya .. Ehem.."

"Iyeee.. Cowok tukang gombal.." balasanya sambil tertawa
Dengan motor sport merah ku berinisial “Macan” aku siap menjemput Nisa di taman seperti biasanya. Rupanya Nisa tepat waktu, dia telah di tempat itu duluan. Aku terbelalak melihat wajahnya yang manis, rambut nya yang terurai panjang dan lesung pipitnya yang menggoda. Dia menggunakan rok hijau selutut dan baju pink yang indah, bagaikan boneka.
Nisa sedang duduk manis rupanya, aku mendekatinya. Di sisi ujung bangku panjang itu, ku hela nafasku hilangkan semua perandaian, sampai sekarang dan selamanya kuingin cintai dirinya selalu.

"Heeei.. Jangan ngelamun dong, yuk jadi kan?" Ucapnya.

"Ayo, aku kangen banget sama tempat itu.."

"Iyaa, aku kangen juga nih ke tempat itu.."

"Siap boneka manis ku, ayo kita berangkat.."

Nisa hanya tersenyum malu, kita berdua berangkat melupakan semua penat yang ada sambil berbincang di jalan. Kurang lebih 2 jam kami sampai di tempat. Iya, ini hanyalah sebuah danau yang jernih airnya dipenuhi pepohonan di sisi danau. Sangat tenang berada disini.

“Gimana? Masih sama kaya dulu kan tempat ini ?“ tanyaku.

“Iya nih, nggak ada yang berubah sama sekali, masih indah kayak dulu kita sering kesini..“

”Ada satu lagi yang sebenernya nggak berubah..”

“Hah? Apa emangnya?”

“Cuma kamu sama aku yang ke tempat ini, nggak ada yang lain..”

“Ih.. Kamu bisa aja..” balasnya malu.
Nisa hanya tersenyum malu, pipinya memerah, lesung pipitnya terlihat lagi. Aku sangat menyukai tempat ini. Disini aku bisa merasakan bagaimana rasanya berada di sisi orang yang aku sayang dengan dekat dan lebih dalam.

“Nis, aku belum pernah tahu, apa sih impian kamu selama ini setelah lulus sekolah?” tanyaku tiba-tiba.

“Mau tahu banget ya kamu?”

“Aku serius..”

“Sebenernya sih aku pengen jadi dokter, dokter anak pastinya. Aku suka banget anak kecil..”

Ternyata impian nya sama mulia denganku, persis malah.

“Kalo kamu ?” tanya Nisa
.
“Sama kok kaya kamu, iya dokter tapi dokter umum aja deh biar lebih banyak duitnya. Hhaha..”

“Selalu ya kamu.. Hhehe..”

“Eh tapi Nis, sebenernya impian aku berubah semenjak liat kamu. Aku sangat menyayangimu aku cinta kamu, aku lebih memilih membahagiakanmu dulu baru kemudian aku sukses..”

Entah sedang kerasukan apa tubuh ini, kalimat-kalimat yang sakral untukku sejak lama tiba-tiba keluar begitu saja dengan mulus dan tanpa kesalahan. Aku malu sebenarnya. Tetapi Nisa hanya diam dan menunduk. Detik demi detik, menit demi menit, hingga jam berganti, waktu dengan cepatnya aku habiskan semuanya disini. Aku lupakan semua urusan duniaku sejenak. Aku bercanda ria, aku tersenyum, bahkan tertawa sampai dicubit. Itu semua aku lakukan di tempat yang sama dengan suasana yang sama dan orang yang sama.

••••

Setelah sekian lama menunggu hasil pengumuman ujian nasional, akhirnya waktu yang ditunggu tiba. Aku dan Nisa mendapatkan nilai yang memuaskan. Aku tampak gembira karena itu akan membantuku saat mencari kuliah nanti.

"Nis, kita lulus loh.. Nilai aku bagus-bagus nih, kalo kamu gimana ? Seneng kan?" tanyaku.

"Hehe.. Iya selamat ya, aku seneng banget tahu..”

“Gimana nilai kamu? Sepuluh semua nggak kaya aku?”

“Hah? Nilai kamu sempurna dong ya? Aku cuman matematika nih yang nggak sepuluh.. Eh, bentar ya..”

Nisa mengangkat ponselnya yang berbunyi dan mencari tempat sepi karena disini terlalu ramai dengan suka cita kelulusan.

Tiba-tiba ia berlari ke arahku dengan muka bahagia.

“Rey udah sembuh! Rey udah bisa gerakin tanganya.. Ahh.. Aku seneng banget..” Ucapnya.

“Iyaa Nis, aku juga ikut seneng kok..”

 “Eh, yaudah ayo kita kerumah sakit sekarang. Ayo!”

Hampir 2 bulan lebih Rey tidak sadarkan diri dirumah sakit, setelah pengumuman UN itu aku dan Nisa langsung bergegas ke rumah sakit karena kata Ibu Rey, dia sudah bisa menggerakan tanganya.

"Tante, Rey udah sadaar? Ya Tuhan makasih banget.." ucap Nisa.
"Iya Nisa.. Tadi Rey udah sempet bangun malah, tapi disuruh dokter istirahat lagi.."

"Tuhkan Nis, Rey pasti sembuh kok. Udah ya Nisa jangan nangis-nangis lagi. Jelek tahu.." Ucapku.

"Iyaa.. Ah, aku seneng banget orang yang aku sayang sekarang udah bakalan sehat lagi.." balasnya tersenyum.

Aku juga senang ketika mendengar Rey sudah siuman dan melihat wajah Nisa kembali ceria. Waktu berganti sangat cepat. Impianku harus ku kejar dari sekarang. Mulai setelah kelulusan SMA waktu itu aku langsung mencari-cari universitas yang sesuai. Sampai akhirnya pencapaianku berhasil. Aku diterima di UI. Ya, universitas yang sangat dikenal orang banyak.
Aku tidak mengabarkan Nisa sama sekali, yang hanya difikiranku saat itu, adalah ingin membahagiakan Nisa hidup bersama Rey lagi tanpa ada aku. Sakit rasanya, tapi aku rela.
Aku disini memulai kehidupan baru sebagai mahasiswa kedokteran di UI. Ya, cukup keren karena jurusan ini memang susah dan selalu banyak saingan setiap tahunnya. Tapi bagiku, semua sudah terlewati. Aku masih di Jakarta, terus menimba ilmu untuk masa depanku kelak. Dan disana Rey masih dalam tahap pemulihan. Ibunda Rey selalu mengabariku setiap saat, apapun yang Rey alami, entah sehat atau kembali kritis lagi. Aku belum sempat menjenguknya kembali karena mahasiswa kedokteran sepertiku ini selalu sibuk.
Akupun memberanikan diri mengambil hp disebelah meja dekat tv. Dengan nomor yang berbeda ku telfon Nisa. Ya sahabat baikku sekaligus orang yang aku dambakan.

"Halo ini siapa ya?" Tanya Nisa serius.

"Ini aku, kamu nggak lupa kan?" Jawabku.

"Siapa sih? Ohhh, yang kemarin-kemarin itu pindah ke Jakarta dan ninggalin aku disini? Makasih, semoga kamu sukses!”

*Tut tut tut tut*
Telfon itupun mati. Entah kenapa, Nisa marah sampai seperti itu kepadaku. Keadaan mulai berbeda saat ini, aku akan di wisuda. Ya walau hanya 3 tahun. Ah, 3 tahun tidak terasa. Yang biasanya jurusan ini ditempuh 6 tahun, tapi mungkin karena kejeniusanku ini, hanya 3 tahun aku bisa selesaikan semuanya. Di sana pun Nisa dan Rey sudah hidup bahagia. Aku sudah siap menyongsong hidup menjadi orang sukses.

••••

Kabar buruk menimpa Rey lagi. Ternyata ginjal Rey yang satu-satunya itu harus rusak lagi. Ia berhenti menjadi atlit lari semenjak SMA karena ia mendonorkan satu ginjalnya kepada orang lain. Sungguh mulia.

Akhirnya aku kembali ke Bandung dan mencoba berbicara langsung dengan Rey di rumah sakit.
               
 "Lo kenapa sih? Masih aja dipaksain Rey.. Gue nggak mau liat sahabat gue nangis lagi gara-gara lo nya gini terus.." Ucapku.

"Maaf ya, gue emang nakal, gue emang gini. Gue minta titip Nisa buat gue ya sob, gue tau lo sahabatnya dari SMP, lo pasti bisa jaga dia.." balasnya lemas.

"Nggak, lo harus sembuh. Gue mau liat lo berdua bahagia kaya dulu lagi.."

Aku berbicara dengan dokter, memang kondisinya sudah parah. Rey membutuhkan pendonor yang ginjalnya masih sehat agar Rey bisa hidup normal lagi.

"Dokter, kenapa lagi sama Rey dok? Cerita dok.." Ucap Nisa saat aku sedang berbicara dengan dokter.

"Sabar ya nak, Rey nggak apa-apa kok. Cuman kecapekan, sabar kamu harus tenang.."

Aku langsung menarik Nisa keluar dari ruangan. Ku tenangkan dia, ku usap air mata nya, ku tarik lesung pipitnya agar ia tersenyum walau harus terpaksa.

" Nisa kamu sayang Rey banget kan? Jawab.." tanyaku.

"Iya, aku nggak mau kehilangan Rey. Aku sayang banget sama dia.." balasnya.

"Aku janji bakal buat kalian bahagia selamanya, aku janji.." ucapku lagi.

Setelah janji itu, aku pergi dari Nisa.

Pagi itu cerah. Sekarang Rey sudah sehat dan bisa berjalan lagi. Ginjalnya sudah sehat dan sudah lengkap. Setelah itu Nisa datang dengan wajahnya yang sumringah melihat kekasihnya kembali seperti orang biasa. Tetapi tidak dengan Rey.

"Aku bangga dengan sahabatmu.." ucap Rey dengan raut wajah sedih.

"Siapa? Dia? Dia kemarin memang datang dan ngobrol gitu sama dokter, emang dia kenapa sih?”

"Baca ini, aku malu dengan dia yang bisa menghargai hidup orang lain. Sedangkan aku sendiri tidak.." ucap Rey sambil memberikan sebuah surat.

Hai Nisa, hai sahabat ku yang selama ini aku sayang.. Oya, makasih ya buat waktunya pas kita ke danau. Itu adalah hal terakhir yang paling indah yang pernah aku lakuin sama kamu. Aku nggak mau ya lihat kamu nangis dan sedih lagi. Aku mau kamu hidup bahagia sama Rey. Aku masih ingat janjiku ke kamu, “Sebelum masa depanku tercapai, aku ingin buat orang yang aku sayang bahagia terlebih dahulu”. Sekarang aku udah lakuin itu semua buat kamu dan Rey. Dua ginjal ku yang sehat ini sudah ada di tubuh Rey. Kalau kamu rindu sama aku, pergi aja ke tempat favorit kita. Tempat terakhir aku bisa ngobrol lepas sama kamu. Mungkin disana rindumu akan berkurang. Hhehe.. Tapi, anggap aku masih ada ya? Walau hanya dalam kenangan yang indah. Selamat tinggal Nisa..

Nisa tergeletak, ia kembali meneteskan air matanya. Rey yang masih sedikit lemas mencoba menenangkan Nisa yang tersungkur lemas.

"Dia laki-laki yang baik, kamu beruntung mempunyai sahabat sepertinya Nis.." ucap Rey.

"Dia sahabat terbaik aku, dia rela dampingin aku dalam keadaan apapun. Saat sedih maupun bahagia, dia selalu ada buat aku, bahkan saat kamu sakit selama ini..” balasnya sambil menangis.

Rey hanya tersenyum. Ia kembali lagi menjadi manusia yang utuh dan hidup bahagia dengan Nisa. Dan aku pun baru mengerti, mencintai seseorang adalah sebuah karunia Tuhan. Menjaganya adalah pengorbanan dan menyayanginya adalah keteguhan. Nisa akan menangis bahagia melihatku mencapai impianku, membahagiakannya walau harus menjemput maut..

“Apa yang kita dapatkan akan membuat kita hidup. Tetapi, apa yang kita berikan akan membuat sebuah kehidupan..”

Selasa, 19 April 2016

Tsunami




Tsunami (berasal dari Bahasa Jepang:  Tsu = pelabuhan, Nami = gelombang, secara harafiah berarti “ombak besar di pelabuhan”) yang artinya adalah perpindahan badan air  atau gelombang laut yang terjadi karena adanya gangguan impulsif. Gangguan impulsif tersebut terjadi akibat adanya perubahan bentuk dasar laut yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba(Pond and Pickard, 1983) atau dalam arah horizontal (Tanioka and Satake, 1995).Hanya ada beberapa bahasa lokal yang memiliki arti yang sama dengan gelombang merusak ini. Aazhi Peralai dalam Bahasa Tamil, ië beuna atau alôn buluëk (menurut dialek) dalam Bahasa Aceh adalah contohnya. Sebagai catatan, dalam bahasa Tagalog versi Austronesia, bahasa utama di Filipina, alon berarti "gelombang". Di Pulau Simeulue, daerah pesisir barat Sumatra, Indonesia, dalam Bahasa Defayan, smong berarti tsunami. Sementara dalam Bahasa Sigulai, emong berarti tsunami.
Dari karakteristik gelombang laut akibat tsunami dapat ditentukan bahwa penjalaran gelombang tsunami di laut dalam tidak terlalu berbahaya untuk kapal-kapal/benda-benda yang dilaluinya. Akan tetapi akan sangat fatal akibatnya untuk daerah di sekitar pantai yang dilalui gelombang tsunami. Perubahan permukaan laut tersebut bisa disebabkan oleh gempa bumi yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi bawah laut, longsor bawah laut, atau atau hantaman meteor di laut. Gelombang tsunami dapat merambat ke segala arah. Tenaga yang dikandung dalam gelombang tsunami adalah tetap terhadap fungsi ketinggian dan kelajuannya. Di laut dalam, gelombang tsunami dapat merambat dengan kecepatan 500-1000 km per jam. Setara dengan kecepatan pesawat terbang. Ketinggian gelombang di laut dalam hanya sekitar 1 meter. Dengan demikian, laju gelombang tidak terasa oleh kapal yang sedang berada di tengah laut. Ketika mendekati pantai, kecepatan gelombang tsunami menurun hingga sekitar 30 km per jam, namun ketinggiannya sudah meningkat hingga mencapai puluhan meter. Hantaman gelombang Tsunami bisa masuk hingga puluhan kilometer dari bibir pantai. Kerusakan dan korban jiwa yang terjadi karena Tsunami bisa diakibatkan karena hantaman air maupun material yang terbawa oleh aliran gelombang tsunami.



Ada beberapa penyebab yang mengakibatkan terjadinya tsunami.  Faktor penyebab terjadinya tsunami itu adalah :
  1. Gempa bumi yang berpusat dibawah laut, Meskipun demikian tidak semua gempa bumi dibawah laut berpotensi menimbulkan tsunami. Gempa bumi dibawah laut yang dapat menyebabkan terjadinya tsunami adalah gempa bumi dengan kriteria sebagai berikut :
·         Gempa bumi yang terjadi di dasar laut
·         Pusat gempa kurang dari 30 km dari permukaan laut
·         Magnitudo gempa lebih besar dari 6,0 SR
·         Jenis pensesaran gempa tergolong sesar vertikal (sesar naik atau turun)

  1. Letusan gunung berapi, letusan gunung berapi dapat menyebabkan terjadinya gempa vulkanik. Tsunami besar yang terjadi padatahun 1883 adalah akibat meletusnya Gunung Krakatau yang berada di Selat Sunda. Meletusnya Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat pada tanggal 10-11 April 1815 juga memicu terjadinya tsunami yang melanda Jawa Timur dan Maluku. Indonesia sebagai negara kepulauan yang berada di wilayah ring of fire (sabuk berapi) dunia tentu harus mewaspadai ancaman ini.

  1. Longsor bawah laut, longsor bawah laut ini terjadi akibat adanya tabrakan antara lempeng samudera dan lempeng benua. Proses ini mengakibatkan terjadinya palung laut dan pegunungan. Tsunami karena longsoran bawah laut ini dikenal dengan nama tsunamic submarine landslide.

  1. Hambatan meteor laut, jatuhnya meteor yang berukuran besar di laut juga merupakan penyebab terjadinya tsunami.





Global Warming





Hidup di era modern dan di abad ke-21 ini tentu sudah tidak asing dengan pengaruh global warming, udara yang semakin panas kita rasakan dan cuaca ekstrim yang terjadi adalah dampak dari pemanasan global ini, global warming mungkin tidak dapat dihentikan karena perkembangan teknologi juga semakin pesat, efek rumah kaca, dan terlebih lagi usia bumi yang semakin tua. 
Global Warming atau dalam bahasa Indonesia nya Pemanasan Global adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Suhu rata-rata permukaan Bumi sudah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "Sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia."
Penyebab dari global warming bermacam-macam, dibawah ini adalah beberapa penyebab global warming terjadi saat ini :

1. Rumah Kaca
Banyaknya bangunan rumah atau gedung yang menggunakan konsep rumah kaca adalah penyebab terjadinya pemanasan global. Panas cahaya matahari yang seharusnya diserap malah dipantulkan kembali oleh kaca gedung-gedung di kota besar, tentu hal ini menambah panas bumi.

2. Polusi asap dari pabrik atau perusahaan industri
Kebutuhan tenaga kerja dan persaingan bisnis yang semakin meningkat menghasilkan banyaknya lapangan pekerjaan yang berbentuk pabrik industri. Polusi dari aktifitas industri pabrik-pabrik tersebut meningkatkan tingkat panas bumi.

3. Polusi asap dari pembangkit listrik bahan bakar fosil 
Ketergantungan yang semakin meningkat pada listrik dari pembangkit listrik bahan bakar fosil membuat semakin banyaknya pelepasan gas karbon dioksida sisa pembakaran ke atmosfer yang mengakibatkan polusi karbon dioksida.



4. Polusi asap dari pembakaran bensin untuk transportasi
Permintaan dan pengguna kendaraan bermotor kian hari semakin banyak, karena pertumbuhan manusia yang pesat dan juga kebutuhan transportasi. Hal ini menjadi sumber polusi karbon dioksida yang berasal dari mesin kendaraan-kendaraan bermotor.

5. Banyak penebangan pohon dan pembakaran hutan
Kita ketahui bahwa pohon dengan daunnya dapat menghasilkan banyak oksigen, tetapi hutan di bumi semakin hari semakin berkurang karena ditebang untuk kebutuhan bahan baku pembangunan. Hal ini tentu mengakibatkan pendaur ulang karbon dioksida menjadi berkurang, oksigen berkurang, sedangkan karbon dioksida semakin banyak, dampaknya dapat kita rasakan yaitu udara yang semakin panas itu juga.

6. Berlebihannya penggunaan pupuk kimia
Penggunaan pupuk kimia untuk pertanian meningkat dengan pesat. Pupuk kimia ini memiliki kekuatan panas yang lebih kuat dari pada karbon dioksida, akibatnya bumi semakin panas. Pupuk kimia yang meresap masuk ke dalam tanah juga bisa mencemari sumber-sumber air mineral bersih.

7. Semakin menipisnya lapisan ozon atau atmosfer

8. Usia bumi yang semakin menua

Dari semua penyebab diatas mengakibatkan beberapa dampak yang dirasakan bagi mahkluk hidup yang berada dibumi seperti suhu bumi semakin panas, berkurangnya oksigen, bertambahnya karbon dioksida pada atmosfer, permukaan air laut naik, intensitas terjadinya badai meningkat, tingkat gagal panen pada pertanian meningkat dan produksi menurun, makhluk hidup terancam dan berkemungkinan punah.



Korupsi




Secara harfiah korupsi merupakan sesuatu yang busuk, jahat, dan merusak. Jika membicarakan tentang korupsi memang akan menemukan kenyataan semacam itu karena korupsi menyangkut segi-segi moral, sifat keadaan yang busuk, jabatan karena pemberian, faktor ekonomi dan politik, sera penempatan kelurga atau golongan kedalam kedinasan di bawah kekusaan jabatnnya. Dengan demikian, secara harfiah dapat ditarik kesimpulan bahwa sesungguhnya istilah korupsi memiliki arti yang sangat luas.

1. Korupsi, penyelewengan atau penggelapan (uang negara atau perusahaan sebagainya) untuk kepentingan pribadi atau orang lain.
2.   Korupsi : busuk; rusak; suka memakai barang atau uang yang dipercayaakan kepadanya; dapat disogok (melalui kekusaan untuk kepentingan pribadi).

Masalah korupsi tengah menjadi perbincangan hangat di masyarakat, terutama media massa lokal dan nasional. Maraknya korupsi di Indonesia seakan sulit untuk diberantas dan telah menjadi budaya. Pada dasarnya, korupsi adalah suatu pelanggaran hukum yang kini telah menjadi suatu kebiasaan. Berdasarkan data Transparency International Indonesia, kasus korupsi di Indonesia belum teratasi dengan baik. Indonesia menempati peringkat ke-100 dari 183 negara pada tahun 2011 dalam Indeks Persepsi Korupsi.
Penyebab terjadinya korupsi pun bermacam-macam, antara lain masalah ekonomi, yaitu rendahnya penghasilan yang diperoleh jika dibandingkan dengan kebutuhan hidup dan gaya hidup yang konsumtif, budaya memberi tips (uang pelicin), budaya malu yang rendah, sanksi hukum lemah yang tidak mampu menimbulkan efek jera, penerapan hukum yang tidak konsisten dari institusi penegak hukum, dan kurangnya pengawasan hukum.
Untuk mencapai tujuan pembangunan nasional maka mau tidak mau korupsi harus diberantas, baik dengan cara preventif maupun represif. Penanganan kasus korupsi harus mampu memberikan efek jera agar tidak terulang kembali. Tidak hanya demikian, sebagai warga Indonesia kita wajib memiliki budaya malu yang tinggi agar segala tindakan yang merugikan negara seperti korupsi dapat diminimalisir.